Tak Pernah Sampai
Sabtu malam di bulan Februari 2018. Isa mengajaku pergi ke tempat makan langganan kami, Nasi Goreng Pak Li namanya. Tepat di depan komplek perumahan Isa. Kami memesan satu nasi goreng pedas dan dua gelas air es. Isa tidak bermaksud untuk menambahkan bumbu romantisme pada hubungan kami. Isa bilang ‘Nasi goreng disini mahal, jadi cuma beli satu’. Setelah itu, aku mengangguk percaya tanpa meminta penjelasan. Tapi, sekarang aku tahu bahwa ucapan Isa benar-benar tidak terbukti. Pada satu waktu, ketika aku sendirian berkunjung memesan satu porsi nasi goreng pedas. Yang datang nasi goreng pedas berukuran standard. Satu sisi bibirku terangkat keatas, memikirkan ‘Apalagi kalau bukan disebut romantis?’. * * * Aku memilih untuk kembali ke kantor. Memang begitu rencana awalnya. Keluar membeli milkshake, lalu lanjut bekerja. Pertemuan tidak terduga dengan Isa membuatku tambah kesal. Aku seharusnya tidak bersikap seperti tadi. 'Kenapa tangan gue seolah nyambut dia? lo harusnya udah jadi c...